Catatan perjalanan Manajer Kesehatan YAPKEMA, Agustina Doo, dalam mengupayakan edukasi kesehatan dan PHBS bagi keluarga di Dogiyai di tengah situasi konflik yang rentan.
Kehadiran aparat dengan dalih “patroli keamanan” di Ekemanida justru membangkitkan ketakutan dan trauma warga akibat tragedi Dogiyai Berdarah. Di tengah bayang-bayang konflik bersenjata ini, Mama-mama Papua binaan Yapkema terus berjuang mempertahankan ruang hidup dan asa Ekonomi Owadaa mereka.
Foto siswa-siswi lulusan SD Yegeka Angkatan IV, bersama para guru, kepala sekolah, dan perwakilan yayasan. (Dok. Yapkema) “Saya bangga karena di pinggiran Enarotali, tepatnya di Ugibutu, ada sekolah yang berkembang dengan baik. Dulu daerah ini dikenal sebagai tempat yang sering terjadi aktivitas mabuk-mabukan, tetapi sejak sekolah hadir dan membangun kerja sama yang baik dengan masyarakat, tokoh adat, pemerintah kampung, dan …
Pendidikan moral dan karakter anak berawal dari rumah. Kadis Dikpora Dogiyai tegaskan orang tua adalah fondasi utama, sementara sekolah hanya melanjutkan.
Sekolah TK PAUD Anugerah Ekemanida menggelar pelepasan 18 peserta didik Angkatan XI. Acara ini dihadiri langsung oleh Kadis Dikpora Dogiyai, David Goo, yang menegaskan pentingnya pembentukan karakter dari rumah. Senada dengan itu, perwakilan Yapkema juga mengingatkan orang tua untuk lebih mengawasi pola belajar dan asupan gizi anak-anak di rumah.
Suasana haru dan bangga mewarnai acara pelepasan 42 siswa-siswi TK/PAUD Yegeka Enarotali Angkatan XI (T.A. 2024/2025). Di tengah realitas lebih dari 600 ribu anak Papua yang masih belum mengenyam pendidikan, kelulusan anak-anak Paniai ini menjadi sebuah anugerah besar dan langkah awal untuk membangun masa depan daerah yang lebih cerdas.
Saya sudah masak keripik dan sekarang saya sedang jual di Pasar Enarotali. Nanti bisa datang foto ka!” Kalimat sederhana dari telepon pagi Mama Helena Tekege ini menyiratkan kebanggaan yang luar biasa. Ia tak lagi sekadar menjual hasil kebun mentah, melainkan sukses mengolahnya.
Dulu ubi (nota) hanya dijual mentah di pasar. Melalui pendampingan Yapkema, kini Mama-mama petani di wilayah Meeuwodide berhasil mengolah hasil kebunnya menjadi donat dan keripik kemasan yang siap bersaing di pasar.