Ruang publik Nabire kini dipenuhi baliho pejabat dan iklan, sementara poster edukasi HIV/AIDS kian lenyap di tengah tingginya ancaman kasus HIV di Papua Tengah.
Nabire, Kota yang Sepi Poster Edukasi di Tengah Ancaman HIV Semakin Tinggi
Yayasan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat Papua
Ruang publik Nabire kini dipenuhi baliho pejabat dan iklan, sementara poster edukasi HIV/AIDS kian lenyap di tengah tingginya ancaman kasus HIV di Papua Tengah.
Kemarau panjang El Nino meretakkan tanah-tanah kebun di Paniai. Namun, di Pugo 1, Distrik Pugodagi, harapan justru mekar. Menyiasati hasil kebun yang terancam krisis, YAPKEMA hadir mendampingi 10 Mama Papua menyulap nota (ubi jalar) menjadi produk makanan ringan bernilai jual. Sebuah catatan perjalanan dari Wegobi Pigai.
YAPKEMA Papua kembali mengadakan Pelatihan Tematik II di Asrama Puncak Nabire. Membahas bahaya PMS, cara penularan HIV/AIDS, pentingnya ARV, dan menghapus stigma buruk terhadap ODHA.
Angka kasus HIV/AIDS di Papua Tengah telah menembus lebih dari 24.000 kasus. Merespons kondisi ini, Yapkema Papua kembali menggelar Pelatihan Tematik II. Bersama dr. Daniel Wakai, pelatihan ini menyoroti bagaimana rasa takut dan stigmatisasi justru menjadi hambatan terbesar dalam upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di masyarakat.
Membawa toples-toples berisi kue olahan pangan lokal dan dokumen aspirasi, Mama-mama Papua mendatangi meja birokrasi di Deiyai. Mereka menagih hak ekonomi. Namun, jawaban yang didapat justru menohok: “semua harus masuk ke dalam sistem.” Sebuah catatan advokasi tentang sistem yang seharusnya melayani rakyat, bukan malah memenjarakan hak-hak mereka.
Di balik euforia piala dunia yang luar biasa di Papua, ada ancaman nyata yang mengepung generasi muda: lonjakan kasus HIV/AIDS di Papua Tengah. Oleh karena itu, Yapkema terus berupaya membangun kesadaran kesehatan reproduksi di kalangan generasi muda Papua Tengah.
Catatan perjalanan Manajer Kesehatan Yapkema, Agustina Doo, dalam menjalankan program edukasi PHBS, pola asuh, dan gizi keluarga masyarakat di Deiyai dan Paniai.
Catatan perjalanan Manajer Kesehatan YAPKEMA, Agustina Doo, dalam mengupayakan edukasi kesehatan dan PHBS bagi keluarga di Dogiyai di tengah situasi konflik yang rentan.
Kehadiran aparat dengan dalih “patroli keamanan” di Ekemanida justru membangkitkan ketakutan dan trauma warga akibat tragedi Dogiyai Berdarah. Di tengah bayang-bayang konflik bersenjata ini, Mama-mama Papua binaan Yapkema terus berjuang mempertahankan ruang hidup dan asa Ekonomi Owadaa mereka.
Staf Yapkema mendampingi Mama-mama Dogiyai menemui Dinas Koperasi. Alih-alih dukungan, mereka disuguhi realitas pahit birokrasi yang disfungsional.