“Kalau kita ingin anak-anak berhasil, maka pendidikan pertama ada di rumah. Orang tua harus hadir, harus membimbing, harus mendoakan. Sekolah membantu, tetapi fondasi utama tetap keluarga,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dogiyai, David Goo, S.Pd., menegaskan bahwa peran orang tua menjadi faktor utama dalam membentuk karakter dan masa depan anak. Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara Pelepasan Peserta Didik Angkatan XI Tahun Ajaran 2025/2026 TK PAUD Anugerah Ekemanida yang berlangsung di Gedung TK PAUD Anugerah Ekemanida, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Sabtu (6/6/2026).
Acara tersebut turut dihadiri pengurus Yayasan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat (YAPKEMA) Papua, Ketua Komite Sekolah, Kepala Kampung Ekemanida, para guru, orang tua murid, dan para peserta didik yang dinyatakan lulus.
Dalam sambutannya, David Goo mengatakan bahwa pendidikan karakter harus dimulai dari keluarga karena berbagai persoalan yang terjadi saat ini berawal dari lemahnya pembentukan moral sejak usia dini. Menurutnya, sekolah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dan keterlibatan orang tua di rumah.
“Saya tidak mau bicara banyak. Hanya satu dua catatan untuk anak-anak yang menjadi tugas kita orang tua dan juga tugas kita semua untuk TK PAUD Anugerah. Yang pertama menyangkut bagaimana anak-anak kita dibentuk dengan karakter, moral dan etika,” ujarnya.
Ia menilai berbagai persoalan sosial yang terjadi saat ini merupakan dampak dari rendahnya karakter dan moral yang tidak dibangun dengan baik sejak kecil.
“Bangsa ini rusak karena moral. Moralitas rendah. Di mana-mana ada korupsi, di mana-mana ada masalah dalam penempatan jabatan dan segala macam karena karakter dan moral itu sudah rusak,” katanya.
Sebagai ilustrasi, mantan guru pendidik di SMA tersebut mengibaratkan anak-anak sebagai tunas muda yang baru tumbuh dari sebuah biji. Pada masa awal pertumbuhannya, tunas sangat rentan terhadap berbagai gangguan sehingga membutuhkan perhatian dan perlindungan yang cukup.
Baca Juga : 18 Siswa TK PAUD Anugerah Ekemanida Selesai Pendidikan, Orang Tua Diminta Perkuat Pendidikan di Rumah
“Anak-anak kita itu sama dengan sebuah pohon. Dari sebuah biji yang jatuh ke tanah lalu tumbuh tunas baru. Saat tunas itu muncul, dia sangat rawan ketika badai datang. Dia bisa patah, bisa tumbang, bisa tumbuh miring karena angin kencang atau karena tidak mendapat asupan yang cukup dari tanah,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut sama dengan anak-anak yang sedang berada dalam masa pertumbuhan dan membutuhkan pendampingan yang serius dari keluarga.
“Sehingga anak-anak kita ini ada pada posisi yang seperti itu. Karena itu ini tugas kita di rumah. Kebiasaan kita orang Mee kadang suami jalan ke jalan lain, istri jalan ke jalan lain, anak jatuh di tengah-tengah. Kalau kehidupan orang tuanya sudah seperti itu, anak bisa terbawa arus dan tidak tumbuh baik,” ujarnya.
David Goo menegaskan bahwa orang tua harus menjadi pihak pertama yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada anak, sebelum mereka menerimanya di sekolah.
“Kou dani ka kouko enaka, kou dani ka kouko peuka”. Yang ini baik, yang ini buruk. Itu yang harus diajarkan kepada anak-anak. Didikan orang tua di rumah itu lebih penting daripada di tempat lain. Sebab itu fondasi,” katanya.
Ia kembali mengingatkan bahwa guru hanya melanjutkan pendidikan yang telah dimulai dalam keluarga.
“Kalau di rumah dibentuk baik, dibina baik, dididik baik, maka di sekolah tinggal dilanjutkan saja. Guru-guru di sekolah hanya melanjutkan apa yang sudah dibangun dalam keluarga. Dasarnya ada di kita sebagai orang tua,” tegasnya.
Selain pendidikan karakter, David Goo juga menekankan pentingnya doa dalam keluarga. Ia menceritakan kisah seorang pemulung di Jawa yang hidup dalam keterbatasan ekonomi namun tidak pernah berhenti mendoakan anaknya agar menjadi dokter.
“Kita ini bukan orang kaya raya. Kita tidak punya pendapatan tetap. Tetapi ada satu keluarga yang hidup dari memulung sampah. Setiap hari bapanya selalu berdoa, ‘Tuhan, jadikan anak saya dokter’. Saat makan dia berdoa, saat mau tidur dia berdoa, saat pergi kerja dia berdoa. Doa itu tidak pernah berhenti,” tuturnya.
Menurut bapak David, doa yang terus dipanjatkan dengan keyakinan akhirnya membuahkan hasil ketika anak tersebut berhasil menjadi dokter.
“Terakhir anak itu benar-benar menjadi dokter. Ini menjadi contoh untuk kita semua. Doa dari bapa dan mama itu penting sebagai dasar perkembangan anak-anak kita ke depan,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, David Goo mengajak seluruh orang tua untuk tidak menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada sekolah, tetapi aktif mendampingi, membimbing, menasihati, serta mendoakan anak-anak mereka setiap hari.
“Kalau kita ingin anak-anak berhasil, maka pendidikan pertama ada di rumah. Orang tua harus hadir, harus membimbing, harus mendoakan. Sekolah membantu, tetapi fondasi utama tetap keluarga,” pungkasnya.
Oleh : Herman Degei/Yapkema
