Membawa toples-toples berisi kue olahan pangan lokal dan dokumen aspirasi, Mama-mama Papua mendatangi meja birokrasi di Deiyai. Mereka menagih hak ekonomi. Namun, jawaban yang didapat justru menohok: “semua harus masuk ke dalam sistem.” Sebuah catatan advokasi tentang sistem yang seharusnya melayani rakyat, bukan malah memenjarakan hak-hak mereka.
Di balik euforia piala dunia yang luar biasa di Papua, ada ancaman nyata yang mengepung generasi muda: lonjakan kasus HIV/AIDS di Papua Tengah. Oleh karena itu, Yapkema terus berupaya membangun kesadaran kesehatan reproduksi di kalangan generasi muda Papua Tengah.
Catatan perjalanan Manajer Kesehatan Yapkema, Agustina Doo, dalam menjalankan program edukasi PHBS, pola asuh, dan gizi keluarga masyarakat di Deiyai dan Paniai.
Catatan perjalanan Manajer Kesehatan YAPKEMA, Agustina Doo, dalam mengupayakan edukasi kesehatan dan PHBS bagi keluarga di Dogiyai di tengah situasi konflik yang rentan.
Kehadiran aparat dengan dalih “patroli keamanan” di Ekemanida justru membangkitkan ketakutan dan trauma warga akibat tragedi Dogiyai Berdarah. Di tengah bayang-bayang konflik bersenjata ini, Mama-mama Papua binaan Yapkema terus berjuang mempertahankan ruang hidup dan asa Ekonomi Owadaa mereka.
Staf Yapkema mendampingi Mama-mama Dogiyai menemui Dinas Koperasi. Alih-alih dukungan, mereka disuguhi realitas pahit birokrasi yang disfungsional.
Kisah perjalanan mengumpulkan bibit nota (ubi) lokal dan potret kehebatan perempuan Papua sebagai penjaga tradisi berkebun leluhur.
Foto siswa-siswi lulusan SD Yegeka Angkatan IV, bersama para guru, kepala sekolah, dan perwakilan yayasan. (Dok. Yapkema) “Saya bangga karena di pinggiran Enarotali, tepatnya di Ugibutu, ada sekolah yang berkembang dengan baik. Dulu daerah ini dikenal sebagai tempat yang sering terjadi aktivitas mabuk-mabukan, tetapi sejak sekolah hadir dan membangun kerja sama yang baik dengan masyarakat, tokoh adat, pemerintah kampung, dan …
Sekolah TK PAUD Anugerah Ekemanida menggelar pelepasan 18 peserta didik Angkatan XI. Acara ini dihadiri langsung oleh Kadis Dikpora Dogiyai, David Goo, yang menegaskan pentingnya pembentukan karakter dari rumah. Senada dengan itu, perwakilan Yapkema juga mengingatkan orang tua untuk lebih mengawasi pola belajar dan asupan gizi anak-anak di rumah.
Suasana haru dan bangga mewarnai acara pelepasan 42 siswa-siswi TK/PAUD Yegeka Enarotali Angkatan XI (T.A. 2024/2025). Di tengah realitas lebih dari 600 ribu anak Papua yang masih belum mengenyam pendidikan, kelulusan anak-anak Paniai ini menjadi sebuah anugerah besar dan langkah awal untuk membangun masa depan daerah yang lebih cerdas.