Yayasan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat Papua

Beranda>Cerita Dari Lapangan>18 Siswa TK PAUD Anugerah Ekemanida Selesai Pendidikan, Orang Tua Diminta Perkuat Pendidikan di Rumah

18 Siswa TK PAUD Anugerah Ekemanida Selesai Pendidikan, Orang Tua Diminta Perkuat Pendidikan di Rumah

Foto bersama anak-anak TK/PAUD Ekemanida setelah acara pelepasan (Dok. Yapkema)
Foto bersama anak-anak TK/PAUD Ekemanida setelah acara pelepasan (Dok. Yapkema)

“Di sekolah mereka cuma beberapa jam belajar, itu pun kalau ada guru dan kegiatan belajar mengajar berjalan. Apalagi di Dogiyai, yang kadang ada gangguan akibat situasi konflik sehingga sekolah-sekolah selalu diliburkan. Karena itu, peran orang tua dalam menjalankan fungsi pendidikan di rumah menjadi sangat penting.” 

Sekolah TK PAUD Anugerah Ekemanida yang bernaung di bawah Yayasan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat (YAPKEMA) Papua melaksanakan pelepasan peserta didik Angkatan XI Tahun Ajaran 2025/2026 di Gedung TK PAUD Anugerah Ekemanida, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Sabtu (6/6/2026). Sebanyak 18 siswa secara resmi dilepas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah dasar.

Acara dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dogiyai David Goo, S.Pd, pengurus YAPKEMA Papua, Ketua Komite Sekolah, Kepala Kampung Ekemanida, para orang tua/wali murid, serta tamu undangan lainnya.

(Dok. Yapkema)
(Dok. Yapkema)

Ibadah syukur dipimpin Frater Siorus Degei, S.S. Dalam homilinya, ia menekankan pentingnya kasih sayang dan pengorbanan orang tua, khususnya seorang mama, dalam mendidik anak. Ia mengangkat kisah Thomas Alva Edison, penemu lampu balon pertama, sebagai contoh bahwa dukungan dan kepercayaan orang tua dapat membentuk masa depan anak menjadi lebih baik.

Sementara itu, kepala Dikpora Kabupaten Dogiyai, David Goo, dalam sambutannya mengingatkan bahwa pembentukan karakter, moral, dan etika anak harus dimulai dari keluarga. Menurutnya, keberhasilan pendidikan bukan hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi terutama oleh bagaimana orang tua membentuk karakter, moral, dan etika anak sejak dini di lingkungan keluarga.

(Dok. Yapkema)
(Dok. Yapkema)

Ia mengibaratkan anak-anak sebagai tunas muda yang baru tumbuh dan sangat rentan terhadap berbagai pengaruh. Karena itu, orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk membimbing dan menjaga anak-anak agar tidak tumbuh ke arah yang salah. Ia menyoroti berbagai persoalan sosial yang terjadi saat ini, mulai dari korupsi hingga penyalahgunaan jabatan, yang menurutnya berakar dari lemahnya pembentukan karakter sejak usia dini.

“Anak-anak ini seperti tunas yang baru muncul. Kalau tidak dijaga, mereka bisa tumbang, bisa tumbuh miring. Karena itu didikan orang tua di rumah sangat penting. Sekolah sebetulnya hanya melanjutkan apa yang sudah dibentuk dalam keluarga,” ujar mantan guru pendidik di SMA Negeri 1 tersebut.

(Dok. Yapkema)
(Dok. Yapkema)

David Goo juga mengingatkan pentingnya doa dan teladan orang tua dalam mendukung masa depan anak. Ia membagikan kisah seorang pemulung yang tidak pernah berhenti mendoakan anaknya supaya menjadi dokter hingga akhirnya doa tersebut terwujud.

Menurutnya, walaupun hidup dalam keterbatasan ekonomi, orang tua tetap dapat memberikan warisan terbaik berupa kasih sayang, perhatian, pendidikan, dan doa. “Kita mungkin bukan orang kaya, tetapi doa bapa dan mama itu sangat penting. Itu menjadi dasar bagi perkembangan dan masa depan anak-anak kita,” katanya di hadapan para orang tua dan tamu undangan yang hadir.

(Dok. Yapkema)
(Dok. Yapkema)

Mewakili Direktur YAPKEMA Papua, Herman Degei dari Divisi Pendidikan menyampaikan apresiasi atas kelulusan 18 siswa tahun ini. Ia menegaskan bahwa sebagian besar waktu anak berada di rumah sehingga pendidikan keluarga memegang peran penting dalam perkembangan anak.

Ia menekankan bahwa waktu belajar anak di sekolah sebenarnya sangat terbatas. Di tingkat TK/PAUD, anak hanya belajar sekitar empat jam per hari, sementara di SD sekitar enam hingga tujuh jam. Selebihnya, anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya bersama keluarga di rumah.

“Di sekolah mereka cuma beberapa jam belajar, itu pun kalau ada guru dan kegiatan belajar mengajar berjalan. Apalagi di Dogiyai, yang kadang ada gangguan akibat situasi konflik sehingga sekolah-sekolah selalu diliburkan. Karena itu, peran orang tua dalam menjalankan fungsi pendidikan di rumah menjadi sangat penting,” ujarnya.

(Dok. Yapkema)
(Dok. Yapkema)

Ada dua hal penting, menurut Herman, yang perlu diperhatikan orang tua. Pertama adalah pendidikan dan pengasuhan di rumah. Orang tua perlu menyediakan waktu untuk mendampingi anak belajar, menanyakan apa yang dipelajari di sekolah, siapa gurunya, dan memberikan nasihat-nasihat yang baik. Obrolan-obrolan seperti itu menjadi bagian penting dalam proses pendidikan anak.

Kedua, ia menyoroti pola konsumsi anak-anak di terutama dua kampung, Ekemandia dan Idakotu, yang saat ini semakin banyak mengonsumsi makanan instan dan minumanan manis dan bersoda. Ia mengingatkan orang tua agar lebih memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi anak-anak.

“Jangan kasih anak uang baru kasih biar begitu saja untuk membeli apa saja yang mereka mau. Banyak makanan dan minuman yang tidak sehat, bahkan ada yang sudah kedaluwarsa. Anak-anak juga masih sering minum air mentah. Ini harus menjadi perhatian orang tua. Kalau kita mau kita punya anak-anak ini tumbuh sehat dan berhasil,” katanya.

(Dok. Yapkema)
(Dok. Yapkema)

Herman juga menjelaskan bahwa sejak berdiri hingga angkatan ke-11 saat ini, TK PAUD Anugerah Ekemanida sudah meluluskan sedikitnya 208 anak. Lulusan angkatan pertama bahkan kini telah memasuki jenjang SMA. Ia menambahkan bahwa sekolah tersebut telah memiliki legalitas lengkap, termasuk SK pendirian dan akreditasi sekolah yang diperoleh pada tahun 2024.

Meski demikian, hingga saat ini kegiatan belajar mengajar masih menggunakan gedung PKK yang berada di Balai Kampung Ekemanida. Karena itu, pihak yayasan masih berupaya mencari lokasi yang tepat untuk pembangunan gedung sekolah permanen.

“Kami harap ada dukungan dari orang tua, komite sekolah, dan masyarakat untuk bersama-sama mencari lokasi yang tepat supaya ke depan TK PAUD Anugerah Ekemanida memiliki lokasi yang cocok, sah, gedung dan fasilitas belajar yang lebih memadai,” ujarnya.

(Dok. Yapkema)
(Dok. Yapkema)

Ketua Komite Sekolah, Amandus Gane, yang juga merupakan Kepala SMK Negeri I Agribisnis dan Agroteknologi Dogiyai, dalam sambutannya kembali mengingatkan masyarakat Ekemanida dan Idakotu tentang pentingnya menjaga lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah yang saat ini digunakan oleh TK PAUD Anugerah Ekemanida merupakan aset bersama yang harus dijaga dan dipelihara oleh seluruh masyarakat.

Ia menegaskan bahwa sekolah bukan milik individu atau kelompok tertentu, tetapi milik masyarakat Ekemanida dan Idakotu. Karena itu, anak-anak maupun masyarakat diminta untuk tidak bermain atau melakukan aktivitas yang dapat merusak fasilitas sekolah dan lingkungan sekitarnya. Terlebih, lokasi sekolah berada dalam satu kompleks dengan balai kampung sehingga perlu dijaga bersama supaya tetap aman dan nyaman digunakan untuk kegiatan pendidikan.

“Setiap kali acara wisuda saya selalu sampaikan hal yang sama. Sekolah ini milik masyarakat Ekemanida dan Idakotu. Karena itu sekolah harus dijaga. Jangan ganggu sekolah, jangan rusak fasilitas yang ada. Kalau mau bermain, pergi main di lapangan bola, jangan di lingkungan sekolah,” ujarnya.

(Dok. Yapkema)
(Dok. Yapkema)

Amandus juga mengingatkan bahwa kerusakan terhadap fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, kantor, maupun balai kampung pada akhirnya akan merugikan masyarakat sendiri, terutama generasi muda yang membutuhkan fasilitas tersebut untuk belajar dan berkembang.

“Kalau sekolah dirusak, kantor dirusak, puskesmas dirusak, yang rugi bukan orang lain tetapi anak-anak kita sendiri. Generasi yang akan datang yang akan merasakan dampaknya. Karena itu sekolah harus dijaga supaya tahun depan dan tahun-tahun berikutnya masih bisa melaksanakan kegiatan seperti hari ini,” katanya.

Selain itu, ia menyinggung kebutuhan YAPKEMA untuk memperoleh lokasi pembangunan gedung sekolah yang lebih permanen. Menurutnya, hal tersebut perlu dibicarakan bersama masyarakat melalui koordinasi antara yayasan, komite sekolah, dan para orang tua murid supaya bisa ditemukan solusi yang terbaik bagi pengembangan sekolah di masa depan.

Baca Juga : PAUD Yegeka – YAPKEMA Lepas 42 Siswa Angkatan Ke-11

Dalam kesempatan tersebut, Amandus juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Dogiyai. Menurutnya, kehadiran kepala dinas secara langsung menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap perkembangan pendidikan anak usia dini di Dogiyai. Ia berharap, kepala dinas bisa melihat secara langsung keceriaan anak-anak, keaktifan guru-guru, perkembangan sekolah, serta berbagai kebutuhan yang masih dihadapi sekolah.

“Hari ini kami bangga karena bapak kepala dinas bisa hadir dan melihat sendiri kami punya anak-anak, melihat perkembangan sekolah ini, sekaligus mengetahui kebutuhan-kebutuhan yang sekolah dan yayasan hadapi. Kami berharap apa yang menjadi kebutuhan dan kendala kami, bisa juga menjadi perhatian pemerintah daerah ke depan,” ujar Amandus.

(Dok. Yapkema)
(Dok. Yapkema)

Selain sambutan dari para tamu undangan, acara juga diisi dengan kesan dan pesan dari Kepala Kampung Ekemanida, perwakilan orang tua siswa, serta laporan panitia pelaksana pelepasan peserta didik. Dalam laporan panitia, disampaikan ucapan syukur atas terselenggaranya kegiatan pelepasan peserta didik Angkatan XI dengan baik dan lancar.

Panitia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak yayasan yang selama ini terus mendukung keberlangsungan TK PAUD Anugerah Ekemanida, terutama melalui penyediaan tenaga pendidik yang melayani dan mendampingi anak-anak dalam proses belajar mengajar.

(Dok. Yapkema)
(Dok. Yapkema)

Di penghujung acara, dua guru TK PAUD Anugerah Ekemanida, kedua Bunda Paud, Rut Wapai dan Yulita Tebai, tampak menitikkan air mata saat menyampaikan kesan dan pesan. Keduanya mengaku bangga melihat anak-anak yang selama ini didampingi, berhasil menyelesaikan pendidikan dan siap melanjutkan ke jenjang berikutnya.

(Dok. Yapkema)
(Dok. Yapkema)

Acara juga dimeriahkan dengan penyerahan bunga mawar oleh anak-anak kepada orang tua sebagai ungkapan terima kasih dan kasih sayang, serta penampilan lagu syukur “Sa Berjalan ke Gunung-gunung” oleh anak-anak yang diterjemahkan juga dalam Bahasa Mee. Pihak sekolah turut menyerahkan bingkisan kepada para peserta didik, sebelum acara ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah dalam suasana penuh sukacita.


Oleh : Herman Degei/Yapkema

Bagikan Artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *