“Teruslah meraih cita-cita dan prestasi yang lebih tinggi. Lebih tinggi dari gunung Bobaigo, dan gunung Deiyai. Gerbang pendidikan sedang terbuka untuk kalian menuju masa depan yang lebih baik.”
Sekolah TK/PAUD Yegeka Enarotali yang berada di bawah naungan Yayasan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat (YAPKEMA) Papua menyelenggarakan acara Pelepasan Siswa-Siswi Angkatan XI Tahun Pelajaran 2024/2025 di Aula Kantor Bupati Paniai, Sabtu (30/5/2026). Sebanyak 42 anak berhasil menyelesaikan pendidikan anak usia dini dan secara resmi dilepas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar.
Acara berlangsung meriah dan penuh sukacita. Hadir dalam kegiatan tersebut Pengurus YAPKEMA Papua, Kepala Sekolah SD Yegeka, perwakilan POKJA Bunda PAUD Kabupaten Paniai, para guru, serta orang tua murid. Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal Kabupaten Paniai tidak dapat menghadiri kegiatan karena sedang melaksanakan tugas dinas di luar daerah.
Kepala Sekolah TK/PAUD Yegeka, Susana, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kelulusan 42 peserta didik pada tahun ajaran ini. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama antara sekolah, guru, dan orang tua dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak.
Ia berharap, seluruh lulusan bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan kelak menjadi generasi yang mampu membawa perubahan bagi Paniai dan Papua.
“Saya percaya, di tangan mereka, anak-anak asli Paniai ini, kota dan negeri ini akan lebih baik lagi. Saya juga berharap kepada orang tua agar tidak berhenti mendukung anak-anaknya meraih cita-cita dan pendidikan yang lebih tinggi,” ujar Susana.
Kepada para guru, ia juga mengajak untuk terus menjaga semangat dan dedikasi dalam menjalankan tugas sebagai pendidik anak usia dini.
“Mari sama-sama membangun Paniai yang sehat, cerdas, dan maju melalui tugas kita mencerdaskan anak bangsa serta memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita,” katanya.
Secara khusus, Susana berpesan kepada para lulusan agar terus bersemangat belajar dan mengejar cita-cita setinggi mungkin.
“Untuk anak-anak TK yang telah lulus hari ini, teruslah meraih cita-cita dan prestasi yang lebih tinggi. Lebih tinggi dari gunung Bobaigo, dan gunung Deiyai. Gerbang pendidikan sedang terbuka untuk kalian menuju masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Pada saat sambutan mewakili orang tua murid sekaligus sebagai Panitia wisuda, Ibu Naomi, menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas pencapaian anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan di TK/PAUD Yegeka. Ia mengaku terkesan dengan dedikasi para guru dalam mendidik dan membimbing anak-anak selama berada di bangku PAUD.
Naomi yang sebelumnya tinggal di Jayapura dan berprofesi sebagai guru itu, mengatakan bahwa peran guru pada jenjang pendidikan usia dini sangat penting karena menjadi fondasi awal pembentukan karakter dan kemampuan belajar anak.
“Saya sendiri juga ini adalah seorang guru. Karena itu saya percaya guru-guru di sini sangat hebat. Mereka bukan hanya mengajar, tetapi juga mendidik dan membimbing anak-anak kami dengan penuh kesabaran. Di luar sana masih banyak anak yang belum mendapatkan kesempatan belajar seperti yang diterima anak-anak kita hari ini,” ungkapnya.
Mewakili POKJA Bunda PAUD Paniai, Merry Christianti menyampaikan apresiasi kepada para guru TK/PAUD Yegeka yang telah dengan sabar mendidik dan membimbing anak-anak, serta kepada para orang tua yang terus memberikan kepercayaan kepada sekolah.
Merry menilai, keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak terlepas dari kerja sama yang erat antara guru, orang tua, dan berbagai pihak yang peduli terhadap pendidikan.
“Kami dari POKJA Bunda PAUD sangat bersyukur bisa hadir bersama-sama dalam acara ini. Kita lihat guru-guru dan orang tua kerja sama luar biasa mendampingi anak-anak sampai hari pelepasan ini. Semoga anak-anak terus semangat belajar dan berhasil di jenjang berikutnya,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, dari POKJA Bunda PAUD akan selalu siap mendampingi dan mendukung setiap upaya yang dilakukan sekolah maupun orang tua demi kemajuan pendidikan anak-anak.
Sementara itu, mewakili YAPKEMA Papua, Herman Degei dari Divisi Pendidikan juga menyampaikan selamat kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan anak usia dini. Ia mengingatkan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan formal merupakan anugerah yang tidak dirasakan oleh semua anak di Tanah Papua.
Herman mengutip pernyataan akademisi Universitas Papua (UNIPA), Dr. Agus Sumule, yang menyebutkan bahwa hingga kini terdapat lebih dari 600 ribu anak di Tanah Papua yang tidak bersekolah. Menurutnya, angka tersebut baru mencakup anak-anak yang terdata dan belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di kampung-kampung terpencil maupun wilayah yang sulit dijangkau layanan pendidikan.
Baca Juga : Angkatan X, TK PAUD Yegeka Melepas 47 Siswa
“Data 600 ribu lebih anak tidak bersekolah ini hanya yang terdata. Belum lagi anak-anak di kecamatan-kecamatan pelosok dan kampung-kampung yang belum masuk dalam pendataan. Ditambah lagi anak-anak dari sekitar 107 ribu pengungsi yang tersebar di berbagai wilayah Papua seperti Intan Jaya, Kabupaten Puncak, Nduga, Maibrat, dan daerah lainnya. Bisa dipastikan jumlah anak yang belum mendapatkan akses pendidikan jauh lebih banyak dari angka yang ada saat ini,” kata Herman.
Oleh karena itu, Herman menegaskan bahwa 42 anak yang hari ini berhasil menyelesaikan pendidikan di TK/PAUD Yegeka merupakan anak-anak yang memperoleh kesempatan berharga yang belum tentu dinikmati oleh banyak anak lain di Papua. Ia mengajak para orang tua untuk terus melanjutkan pendidikan anak-anak mereka ke jenjang yang lebih tinggi dan memastikan mereka tetap berada dalam lingkungan belajar yang baik hingga kelak meraih cita-cita mereka.
“Anak-anak itu penting, pendidikan itu penting. Orang tua harus memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang baik, perhatian yang cukup, dan juga lingkungan belajar yang mendukung,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Herman juga memberikan apresiasi kepada Kepala Sekolah TK/PAUD Yegeka, Susana, yang baru menyelesaikan pendidikan Magister Pendidikan (S-2) dengan tesis yang mengangkat tema pendidikan kontekstual di Paniai.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi teladan bahwa pendidikan tidak mengenal batas usia dan harus terus diperjuangkan sepanjang hidup.
“Walaupun sudah memasuki usia empat puluhan tahun, Ibu Susana tetap berjuang menyelesaikan pendidikan S-2. Ini menunjukkan bahwa pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsa. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi berkat bagi dunia pendidikan di Paniai,” katanya, berharap.
Herman Degei juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang baik antara TK/PAUD Yegeka, Dinas Pendidikan Kabupaten Paniai, dan YAPKEMA Papua dalam mendukung pengembangan sarana pendidikan di sekolah. Menurutnya, kolaborasi tersebut telah membuahkan hasil dengan dibangunnya beberapa ruang belajar baru di kompleks Yegeka pada tahun 2025. Ia berharap dukungan berbagai pihak terhadap pengembangan sekolah dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
“Puji Tuhan, melalui komunikasi dan kerja sama yang baik antara sekolah, Dinas Pendidikan, dan YAPKEMA Papua, pada tahun 2025 beberapa ruangan sekolah sudah berhasil dibangun di Yegeka. Sesuai penyampaian Bapak Direktur YAPKEMA Papua, kami berharap pada tahun ini atau tahun-tahun mendatang dapat dibangun juga ruang aula pertemuan di lingkungan sekolah. Dengan begitu, kegiatan-kegiatan sekolah, termasuk acara pelepasan dan wisuda anak-anak, bisa dilaksanakan di Yegeka sendiri tanpa harus menyewa atau menggunakan gedung di luar sekolah,” ujar Herman.
Selanjutnya, acara pelepasan yang diawali dengan pembukaan, doa dan ibadah syukur, dilanjutkan prosesi graduation, penampilan puisi dan lagu dari anak-anak, serta penyerahan surat tanda cinta kepada orang tua berlangsung dengan penuh sukacita. Berbagai sambutan dari pihak sekolah, orang tua, yayasan, dan POKJA Bunda PAUD turut mewarnai kegiatan sebelum ditutup dengan ramah tamah dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Oleh : Herman Degei/Yapkema
