Banjir luapan Danau Paniai telah mengubah kehidupan warga di kampung-kampung pinggiran danau. Koma, perahu tradisional, menjadi penolong di daratan yang terendam air berminggu-minggu. Tak saja merendam rumah dan kebun, juga mencemari lingkungan dengan kotoran. Manusia dan ternak babi terpaksa berbagi ruang pengungsian. Fenomena berulang ini membutuhkan solusi mitigasi permanen dari pemerintah, bukan sekadar bantuan darurat.
“Banjir akibat luapan Danau Paniai adalah peristiwa rutin yang seharusnya sudah bisa dimitigasi. Berikut langkah mitigasi yang ditawarkan Yapkema sejak 8 tahun yg lalu.”
Kisah Besina Telenggen, seorang ibu pengungsi dari Pogoma. Terjebak kelaparan bersama 4 anaknya di Sinak, mereka kehilangan akses pendidikan dan masa depan.
Yapkema & STT Walter Post Nabire bersatu untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan tentang HIV/AIDS. Kerja sama ini adalah langkah konkret membangun fondasi yang kuat bagi masa depan Papua.
Potret nasib ekonomi Papua terungkap bermula dari sekarung beras di Aimas. Pangan lokal tergeser dan pasar dikuasai oleh pendatang. Apa akar masalahnya?
Kisah perjuangan anak muda di Samabusa, Nabire, memberantas judi togel yang merusak generasi Papua di tengah lemahnya penegakan hukum. Aksi langsung mereka hadapi intimidasi hingga berujung pada penutupan agen togel.
Sebuah catatan dari Gome, Puncak, yang melukiskan potret buram anak-anak pengungsian yang kehilangan masa depan. Akibat operasi militer, sekolah mereka dibakar, dan mereka terpaksa tumbuh di tenda-tenda darurat tanpa harapan, hanya ditemani mi instan mentah dan kepulan asap rokok.
Minuman keras (miras) sudah menjadi masalah serius yang mengganggu aktivitas sosial di Enarotali, Paniai. Konsumsi miras berlebihan sudah menimbulkan berbagai masalah sosial dan mengganggu kehidupan masyarakat.
Bencana longsor memutus total akses utama Jalan Trans Nabire – Intan Jaya. Akibatnya, rantai pasokan ke Kabupaten Dogiyai, Deiyai, dan Paniai lumpuh, menyebabkan kelangkaan kebutuhan pokok dan pemadaman listrik yang meluas.