Yayasan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat Papua

Beranda>Cerita Dari Lapangan>Donat dan Keripik Nota Mama-Mama Meeuwodide

Donat dan Keripik Nota Mama-Mama Meeuwodide

Mama-mama
Mama-mama peserta pelatihan memperlihatkan produk hasil olahan yang dibuat selama pelatihan berlangsung (Dok. Yapkema)

“Kita harus mengolah hasil kebun yang kita punya. Jangan merasa mereka pendatang punya lebih bagus. Mereka juga olah dari hasil bumi yang dihasilkan oleh petani. Semua adalah hasil dari bumi yang diolah dan dikembangkan menjadi produk berikutnya. Sekarang sudah terbukti, kita pasti bisa kalau mau belajar dan mencoba.”

Mama-mama petani di Dogiyai, Deiyai dan Paniai kini sudah memproduksi donat dan keripik ubi jalar (nota) dari olahan hasil kebunnya sendiri. Kegiatan ini adalah bagian dari pengembangan usaha ekonomi Owadaa rumah tangga yang didampingi oleh Yapkema sejak tahun 2024. Mama-mama petani kini sudah siap bersaing, dan tidak akan kalah dari para pedagang donat dan keripik lain yang biasanya datang dari luar.

Mama-mama peserta menunjukkan hasil olahan yang dibuat saat pelatihan peningkatan kualitas produk siap jual dari olahan hasil kebun yang diselenggarakan di Kabupaten Dogiyai (Dok. Yapkema)

Mama-mama ini sebagian sudah biasa berjualan hasil kebunnya di pasar. Nota, sayuran, bawang dan bawang daun, jahe, adalah produk hasil kebun yang biasa hari-hari mereka jual di pasar. Tetapi tidak satupun yang pernah berjualan makanan ringan yang diproduksi dari hasil kebun mereka sendiri. 

Manager Ekonomi Yapkema mengunjungi salah satu Mama di Deiyai yang berhasil memproduksi donat dan kripik secara berkelanjutan (Dok. Yapkema)

Yapkema hadir dan membersamai Mama-mama petani ini selama 1,5 tahun terakhir, berproses membuat produk makanan ringan yang gampang, murah, hemat, aman dari bahan kimiawi, dan disukai pembeli setempat. Produk yang diujicoba mulai dari kue bakwan, onde-onde, pisang coklat, bolu nota kukus, donat nota hingga keripik nota. Pilihan terbaik akhirnya jatuh ke donat dan keripik nota, karena cocok dengan selera pembeli.

Karena itu sejak awal tahun 2026 ini kami fokus untuk menggelar pelatihan peningkatan kualitas produk donat dan keripik nota di Dogiyai, Deiyai dan Paniai. Kualitas rasa dan tekstur penting agar pembelian meningkat dan Mama-mama semakin percaya diri dengan kemampuannya untuk memanfaatkan peluang pasar baru.

Peserta pelatihan berfoto bersama dengan produk hasil olahan mereka usai kegiatan pelatihan peningkatan kualitas produk siap jual dari olahan hasil kebun yang diselenggarakan di Kabupaten Deiyai (Dok. Yapkema)

Pelatihan peningkatan kualitas donat nota dan keripik putaran terakhir dilakukan di Enarotali, Paniai pada Sabtu, 25 April 2026. Empat belas orang Mama yang didampingi Yapkema dibagi ke dalam 3 kelompok masing-masing terdiri dari 4-5 orang.

Pelatihan ini difasilitasi langsung oleh Program Manager Ekonomi Yapkema, Pigai Wegobi M, didampingi oleh pelatih Beti Tekege, S.Gz yang memastikan agar ada peningkatan kualitas produk dari proses pelatihan yang dikerjakan bersama.

Pelatihan berlangsung antusias sejak pukul 09.00-15.00 Waktu Papua. Peserta dibekali pengetahuan tentang apa itu kualitas produk dan cara meningkatkannya. Kualitas yang dimaksud antara lain bentuk tekstur dan cita rasa produk serta tampilan dan pengemasan. Beberapa peserta lainnya juga memanfaatkan pelatihan ini untuk berlajar mendiversifikasi produk jualan mereka.

Hasil dari pelatihan ini peserta berhasil memproduksi sejumlah 60 kue donat berpoles mesis, dan 47 bungkus keripik berkemasan dan berlabel Nota Paniai. Bahan baku nota yang diolah sekitar 6 buah untuk donat dan 12 buah untuk keripik, semuanya adalah hasil kebun yang disiapkan oleh peserta sendiri. Mereka mengumpulkan beragam jenis nota sebagai bahan baku, seperti nota Kamuka Dauwagu dan jenis lainnya. 

Donat dan kripik Nota hasil olahan peserta pelatihan di Paniai (Dok. Yapkema)

Dari hasil produksi tersebut peserta sendiri mengaku puas dan merespon secara serentak: “itokouko ena keegai, miyo kako kouma enadani koo beu“. Artinya ‘(produk donat nota dan keripik dalam kemasan) sekarang ini lebih bagus, tidak sama dengan yang sebelumnya’.

Manager Ekonomi Owaadaa Yapkema, Pigai Wegobi, menyampaikan bahwa biaya produksi yang dikeluarkan bisa ditekan karena bahan baku utama yaitu nota langsung dari kebun sendiri. Kedepan tepung dari bahan nota pun bisa diproduksi sendiri. “Kita hanya beli minyak, garam dan plastik kemasan, sudah bisa diproduksi, bisa menghasilkan pendapatan.”

Baca Juga : Dari Kebun Menjadi Makanan Ringan, Mama-mama Dampingan Yapkema Belajar Berproses Agar Ekonomi Papua Lebih Berwarna

Salah satu mama peserta pelatihan sedang menata donat nota yang sudah jadi (Dok. Yapkema)

“Kita harus mengolah hasil kebun yang kita punya. Jangan merasa mereka pendatang punya lebih bagus. Mereka juga olah dari hasil bumi yang dihasilkan oleh petani. Semua adalah hasil dari bumi yang diolah dan dikembangkan menjadi produk berikutnya. Sekarang sudah terbukti, kita pasti bisa kalau mau belajar dan mencoba.”

Sekilas semua ini terasa tidak istimewa, atau dianggap tidak menguntungkan dibanding menjual langsung nota tumpuk hasil kebunnya. Namun, tahukah anda jauh di negeri orang, ada pasar petani (farmer market) yang menjual langsung hasil bumi beserta produk-produk olahan lanjutan hasil kerja mereka sendiri? 

"Namaka Mini Market", salah satu pasar petani yang berada di Nadi, Fiji (Sumber: Kulturekween.com)
"Namaka Mini Market", salah satu pasar petani yang berada di Nadi, Fiji (Sumber: Kulturekween.com)

Dan para pembeli disana sangat menanti-nanti hadirnya pasar petani untuk membeli langsung kebutuhan rumah tangga mereka dari petani, seperti produk selai nanas, madu lebah, sirup terong belanda, roti ubi, kopi, ikan dan daging kering, dll.

Disini kita juga bisa jika dukungan pasar dikondisikan oleh pemerintah, dan pelatihan terstruktur digelar agar masyarakat petani Papua mampu mengolah lebih lanjut produk hasil kebunnya sendiri.

Oleh : Pigai Wegobi/Yapkema

Bagikan Artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *