Sebuah catatan dari Gome, Puncak, yang melukiskan potret buram anak-anak pengungsian yang kehilangan masa depan. Akibat operasi militer, sekolah mereka dibakar, dan mereka terpaksa tumbuh di tenda-tenda darurat tanpa harapan, hanya ditemani mi instan mentah dan kepulan asap rokok.
Mundina Wakerkwa (35 tahun) adalah sala satu warga sipil yang berasal dari Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. Mundina mengungsi saat anak bayinya berusia 8 bulan. Pengungsian sejumlah masyarakat sipil ini bertolak dari fenomena operasi militer oleh TNI di wilayah sipil, yakni Omukia, Gome, Gome Utara, dan sekitarnya.
Data Tim investigasi Ham Kabupaten Puncak, Mahasiswa Puncak Se-Indonesia, 2025. Apa kabar Pengungsi?Pogoma, Sinak barat, Gome, dan Omukia Kabupaten puncak, Provinsi Papua Tengah.Apa kabar pemerintah Puncak, DPRD Puncak? Kondisi pengungsi di kabupaten puncak, Provinsi Papua Tengah sangat memprihatinkan, dengan berbagai pelanggaran hak asasi manusia dan krisis kemanusiaan yang terjadi. Berdasarkan laporan tahunan 2023 tentang hak asasi manusia dan konflik di …