Sekolah TK PAUD Anugerah Ekemanida menggelar pelepasan 18 peserta didik Angkatan XI. Acara ini dihadiri langsung oleh Kadis Dikpora Dogiyai, David Goo, yang menegaskan pentingnya pembentukan karakter dari rumah. Senada dengan itu, perwakilan Yapkema juga mengingatkan orang tua untuk lebih mengawasi pola belajar dan asupan gizi anak-anak di rumah.
Seminar YAPKEMA di Paniai mengungkap bahaya makanan dan minuman instan. Dari sisi medis, ini “racun pelan-pelan”. Dari sisi politik, ini adalah “penjajahan lewat perut”.
Sebuah refleksi pribadi. Perjalanan menolak eksploitasi Blok Wabu yang dimulai dari skripsi di UNIPA hingga advokasi langsung ke jantung kekuasaan Jakarta.
Yapkema & STT Walter Post Nabire bersatu untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan tentang HIV/AIDS. Kerja sama ini adalah langkah konkret membangun fondasi yang kuat bagi masa depan Papua.
Sebuah catatan dari Gome, Puncak, yang melukiskan potret buram anak-anak pengungsian yang kehilangan masa depan. Akibat operasi militer, sekolah mereka dibakar, dan mereka terpaksa tumbuh di tenda-tenda darurat tanpa harapan, hanya ditemani mi instan mentah dan kepulan asap rokok.
Minuman keras (miras) sudah menjadi masalah serius yang mengganggu aktivitas sosial di Enarotali, Paniai. Konsumsi miras berlebihan sudah menimbulkan berbagai masalah sosial dan mengganggu kehidupan masyarakat.
Bencana longsor memutus total akses utama Jalan Trans Nabire – Intan Jaya. Akibatnya, rantai pasokan ke Kabupaten Dogiyai, Deiyai, dan Paniai lumpuh, menyebabkan kelangkaan kebutuhan pokok dan pemadaman listrik yang meluas.
Perjalanan pulang seorang guru dan anaknya berubah mencekam saat terjebak di tengah kerusuhan Dogiyai. Kisah bertahan di antara gas air mata dan palang jalan demi mencapai rumah.
Sebuah kisah seorang warga sipil penyandang difabilitas yang mengalami banyak persoalan hidup, ditambah lagi mengalami pengungsian dari tempat asalnya akibat operasi militer oleh TNI-POLRI. Khalayak masyarakat mungkin saja belum mengetahui kondisi ekstrim dalam kehidupannya. Waganak menyimpan semua luka itu dan mencoba berusaha hidup seperti tak ada masalah.