Kisah perjalanan mengumpulkan bibit nota (ubi) lokal dan potret kehebatan perempuan Papua sebagai penjaga tradisi berkebun leluhur.
Nota dan Perempuan: Menjaga Akar Kehidupan di Tanah Papua
Yayasan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat Papua
Kisah perjalanan mengumpulkan bibit nota (ubi) lokal dan potret kehebatan perempuan Papua sebagai penjaga tradisi berkebun leluhur.
Foto siswa-siswi lulusan SD Yegeka Angkatan IV, bersama para guru, kepala sekolah, dan perwakilan yayasan. (Dok. Yapkema) “Saya bangga karena di pinggiran Enarotali, tepatnya di Ugibutu, ada sekolah yang berkembang dengan baik. Dulu daerah ini dikenal sebagai tempat yang sering terjadi aktivitas mabuk-mabukan, tetapi sejak sekolah hadir dan membangun kerja sama yang baik dengan masyarakat, tokoh adat, pemerintah kampung, dan …
Saya sudah masak keripik dan sekarang saya sedang jual di Pasar Enarotali. Nanti bisa datang foto ka!” Kalimat sederhana dari telepon pagi Mama Helena Tekege ini menyiratkan kebanggaan yang luar biasa. Ia tak lagi sekadar menjual hasil kebun mentah, melainkan sukses mengolahnya.
Dulu ubi (nota) hanya dijual mentah di pasar. Melalui pendampingan Yapkema, kini Mama-mama petani di wilayah Meeuwodide berhasil mengolah hasil kebunnya menjadi donat dan keripik kemasan yang siap bersaing di pasar.
Kualitas kesehatan berawal dari apa yang kita minum. Temuan terbaru YAPKEMA Papua mengungkap realitas pahit: mayoritas masyarakat di Kabupaten Dogiyai, Deiyai, dan Paniai masih mengandalkan air mentah sebagai sumber konsumsi utama.
Kisah pendampingan Yapkema bersama Mama-mama Papua di Dogiyai, Deiyai, dan Paniai mengolah ubi dan hasil kebun menjadi aneka makanan ringan bernilai jual.
Lebih dari sekadar ajang berkumpul, Muspas Mee VIII di Komopa menjadi ruang perjumpaan sakral bagi belasan ribu umat. Ini adalah momen untuk merekatkan kembali ikatan persaudaraan dan sebuah panggilan spiritual untuk kembali ke “Ani”
Seminar YAPKEMA di Paniai mengungkap bahaya makanan dan minuman instan. Dari sisi medis, ini “racun pelan-pelan”. Dari sisi politik, ini adalah “penjajahan lewat perut”.
Bahaya minuman serbuk instan & kental manis bagi masyarakat dan pelajar di Dogiyai, Deiyai, Paniai, yang terungkap oleh survei yang dilakukan Yapkema. Waspada risiko diabetes & obesitas.
Banjir luapan Danau Paniai telah mengubah kehidupan warga di kampung-kampung pinggiran danau. Koma, perahu tradisional, menjadi penolong di daratan yang terendam air berminggu-minggu. Tak saja merendam rumah dan kebun, juga mencemari lingkungan dengan kotoran. Manusia dan ternak babi terpaksa berbagi ruang pengungsian. Fenomena berulang ini membutuhkan solusi mitigasi permanen dari pemerintah, bukan sekadar bantuan darurat.