Ratusan warga Oneri mengungsi karena takut. Namun, Kalepmendek Tabuni dan istrinya yang sakit memilih tinggal, menghadapi tekanan aparat dalam kesunyian kampung.
Kisah Kalepmendek Tabuni dan Ketakutan Warga Oneri, Kabupaten Puncak
Yayasan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat Papua
Ratusan warga Oneri mengungsi karena takut. Namun, Kalepmendek Tabuni dan istrinya yang sakit memilih tinggal, menghadapi tekanan aparat dalam kesunyian kampung.
Sebuah catatan dari Gome, Puncak, yang melukiskan potret buram anak-anak pengungsian yang kehilangan masa depan. Akibat operasi militer, sekolah mereka dibakar, dan mereka terpaksa tumbuh di tenda-tenda darurat tanpa harapan, hanya ditemani mi instan mentah dan kepulan asap rokok.
Sebuah kisah seorang warga sipil penyandang difabilitas yang mengalami banyak persoalan hidup, ditambah lagi mengalami pengungsian dari tempat asalnya akibat operasi militer oleh TNI-POLRI. Khalayak masyarakat mungkin saja belum mengetahui kondisi ekstrim dalam kehidupannya. Waganak menyimpan semua luka itu dan mencoba berusaha hidup seperti tak ada masalah.
Mundina Wakerkwa (35 tahun) adalah sala satu warga sipil yang berasal dari Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. Mundina mengungsi saat anak bayinya berusia 8 bulan. Pengungsian sejumlah masyarakat sipil ini bertolak dari fenomena operasi militer oleh TNI di wilayah sipil, yakni Omukia, Gome, Gome Utara, dan sekitarnya.
Data Tim investigasi Ham Kabupaten Puncak, Mahasiswa Puncak Se-Indonesia, 2025. Apa kabar Pengungsi?Pogoma, Sinak barat, Gome, dan Omukia Kabupaten puncak, Provinsi Papua Tengah.Apa kabar pemerintah Puncak, DPRD Puncak? Kondisi pengungsi di kabupaten puncak, Provinsi Papua Tengah sangat memprihatinkan, dengan berbagai pelanggaran hak asasi manusia dan krisis kemanusiaan yang terjadi. Berdasarkan laporan tahunan 2023 tentang hak asasi manusia dan konflik di …