Yayasan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat Papua

Beranda>Program>Penguatan Ekonomi

Penguatan Ekonomi

Pendampingan masyarakat yang dilakukan selama ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat, adalah suatu proses untuk membangun masyarakat melalui pengembangan kemampuannya sebagai manusia, perubahan perilaku manusia, dan pengorganisasian masyarakat.

Pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat adalah situasi dimana masyarakat berinisiatif untuk memulai proses membangun, sebagai upaya memperbaiki situasi dan kondisi dirinya sendiri.

Suatu usaha hanya berhasil dinilai sebagai pemberdayaan masyarakat apabila kelompok komunitas atau masyarakat mampu menjadi agen pembangunan atau menjadi subjek. Masyarakat harus menjadi motor penggerak, dan bukan penerima manfaat (beneficiaries) atau objek saja.

Dalam program ini kehadiran YAPKEMA sebagai fasilitator atau motor penggerak, mendorong masyarakat, khususnya petani/pekerja kebun di kawasan Meepago agar dapat menemukan potensi hidup melalui tanah yang kaya raya. Para petani/pekerja kebun sebagai manusia utuh yang mampu menciptakan segala sesuatu untuk mempertahankan hidup, membantu diri sendiri dan membantu orang Iain, Pemberdayaan ekonomi bagi petani/pekerja kebun di wilayah Meepago Papua adalah melalui jenis tanaman dan ternak yang telah mereka budidayakan sejak dahulu:

  • Pengembangan komoditas tanaman jangka panjang (Kopi Arabika Papua).
  • Pengembangan budidaya sayuran kol, wortel, kentang, ubi jalar dan bawang.
  • Budidaya ikan air tawar.
  • Peternakan babi.
  • Pengolahan limbah menjadi pupuk organik

Patensi tersebut di ataş menjadi prioritas dalam pemberdayaan ekonomi di kawasan Meepago. YAPKEMA memilih dan mendidik beberapa petani/pekerja kebun agar dapat menjadi fasilitator dan petani contoh. Harapan penting dari program ini agar kepercayaan diri tumbuh pada diri mereka dan pada alam sekitarnya, yang sebenarnya memiliki bermilyar harapan yang dapat menjadikan mereka sejahtera, tak saja bergantung dengan segala bantuan dari luar.

Sesungguhnya kekayaan ada pada diri mereka dan kampung mereka, demikian prinsip dari ekonomi Owadaa.

Pengembangan usaha dampingan YAPKEMA mengedepankan cara organik dan tidak melibatkan bahan kimia yang berlebihan, karena dapat menyebabkan ketergantungan pada pasokan bahan dari luar dan membutuhkan biaya yang beşar untuk belanja.

Sejauh ini YAPKEMA telah berhasil memberikan pelatihan langsung pada ratusan petani di Kabupaten Dogiyai Deiyai dan Paniai. Khususnya untuk budidaya kopi arabika, YAPKEMA telah melakukan berbagai program pelatihan, penyuluhan dan pendampingan.

Hasilnya, ratusan ribu bibit kopi telah terdistribusi, kapasitas petani kopi dalam budidaya kopi dan proses pasca panen telah jauh meningkat berkat pelatihan yang diberikan YAPKEMA sejak tahun 2016. Harga jual green bean (biji hijau) kering yang bersih menjadi semakin baik dan adil bagi petani. Para-para pengeringan biji kopi telah dibangun untuk para petani kader dan akan terus diperluas.

Berkat inisiatif Direktur YAPKEMA, sebuah Unit Pengolahan Hasil (UPH) kopi arabika Enauto Coffee telah berhasil didirikan pada tahun 2017 di Kampung Idakotu, Moanemani Kabupaten Dogiyai. Pada tahun 2020 sebuah kafe kopi, Enauto Coffee, juga berhasil didirikan di Nabire yang berjalan baik hingga sekarang.

Pada tahun 2022, YAPKEMA menginisiasi program pendidikan dan pelatihan intensif Sekolah Lapangan Budi daya Kopi Konservasi (SeKöLaB KöPi) Papua dan telah berhasil meluluskan 11 orang siswa.

Semua ini kami lakukan semata-mata demi mendukung kemandirian ekonomi masyarakat adat Papua sekaligus perlindungan terhadap tanah dan berkontribusi pada pencegahan kerusakan iklim agar tidak semakin parah.

Di bidang pengolahan hasil pangan dari kebun, pada tahun 2024 YAPKEMA telah berhasil mendampingi 40 orang Mama-mama dalam mengembangkan produk pangan lanjutan siap jual. Dari olahan ubi jalar, pisang, kol, wortel dari kebun masing-masing di 3 kabupaten, mereka berhasil membuat kue dan makanan kecil yang dijual di pinggir jalan dan sekolah. Pendapatan keluarga terbantu sedikit demi sedikit atas usaha kecil ini.

Bagikan Artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *