Perjalanan pulang seorang guru dan anaknya berubah mencekam saat terjebak di tengah kerusuhan Dogiyai. Kisah bertahan di antara gas air mata dan palang jalan demi mencapai rumah.
Sebuah kisah seorang warga sipil penyandang difabilitas yang mengalami banyak persoalan hidup, ditambah lagi mengalami pengungsian dari tempat asalnya akibat operasi militer oleh TNI-POLRI. Khalayak masyarakat mungkin saja belum mengetahui kondisi ekstrim dalam kehidupannya. Waganak menyimpan semua luka itu dan mencoba berusaha hidup seperti tak ada masalah.
“Masyarakat adat Papua memiliki hubungan kuat dengan tanah dan hutan adat mereka, yang merupakan bagian integral dari kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi mereka oleh karena itu masyarakat Papua menyebut tanah Papua adalah mama ibu,” kata Hanok Herison Pigai.
Tradisi sumbangan sukarela telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat kampung-kampung di Papua, termasuk di Kampung Bomou, Kabupaten Deiyai. Tradisi ini mencerminkan semangat solidaritas dan gotong royong yang tinggi di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan besar atau mendukung kegiatan-kegiatan penting yang membutuhkan dana dalam jumlah besar.
Mundina Wakerkwa (35 tahun) adalah sala satu warga sipil yang berasal dari Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. Mundina mengungsi saat anak bayinya berusia 8 bulan. Pengungsian sejumlah masyarakat sipil ini bertolak dari fenomena operasi militer oleh TNI di wilayah sipil, yakni Omukia, Gome, Gome Utara, dan sekitarnya.
Pewarta sedang memberkati salib Weliandina pada ujung ibadah pemakaman Saya menulis tulisan ini sebagai saksi, sekaligus pendamping pasien (yang kemudian meninggal dunia), Weliandina, dalam menuntut hak-haknya sebagai Orang Asli Papua untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang dilindungi dan diamanatkan oleh Undang-Undang Otonomi Khusus Papua, baik jilid pertama maupun jilid kedua. Di sisi lain, tulisan ini menjadi semacam rekaman suara Weliandina, …
Ilustrasi begal yang mengincar pengendara di jalan raya Nabire darurat Begal? Sebagai pekerja rumah tangga non upah yang harus antar jemput anak sekolah, belanja ini itu untuk asap dapur, tentunya situasi ini bikin cemas. Nabire (dibuat) cemas. “Begal ini de mau rampas motor, hape atau isi noken kah? Atau dong cari uang saja, baru kenapa ‘tebas-tebas’ orang sembarang? Kenapa tidak …
Upacara Penyerahan SK Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Deiyai (Dok. Yapkema) Ratusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Deiyai yang telah dinyatakan lolos tes menerima Surat Keputusan (SK) di Gedung Serba Guna Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Deiyai, 22 Juli lalu. SK diberikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Seleksi CPNS dilakukan …
Bapa Matias (bagian kiri), dan mama Marta (bagian kanan), sedang berjalan turun ke arah pasar Moanemani di jalan Ekemanida. (Dok: Herman) “Kikee Gane adama kidi, ekina udoopai yaouwete. Uka ekina ipuwemee, Gerardus adama kida, naomei etiyake.” Begitu Mama Marta di samping saya berkata. Pagi itu kami sama-sama jalan kaki ke arah pasar Moanemani dari Kampung Idakotu. Artinya adalah: “Bapa Gane …
Tanggal 23 Juli 2025 berlalu dalam arus perputaran hari yang tak sadari. Salah satu alasannya, sehari ini berlalu tanpa koneksi dengan aktivitas umumnya sebagian mahkluk sosial, dibutuhkan. Tidak punya kesempatan membuka-buka media sosial, media online atau berita-berita, yang biasanya saya mencarinya. Di ujung hari itu, ketika membuka handphone saya dikirimkan pesan dari salah seorang (selanjutnya akan disebut Dia), biasanya akrab …